KONGRES PKR ...LIVE !!! -----> cakkk kat sebelah
Hari terakhir perbahasan Kongres LIVE .... !!!!
Jadual 3 hari KONGRES - DISINI
---------------

HOME [no2umno]

Dec 13, 2007

Kebebasan Versus Kesejahteraan: Belajar dari Malaysia

dipetik: dikkyz.blogspot.com

Kita tertegun dengan pernyataan Abdullah Badawi, Perdana Menteri Malaysia, yang begitu teguh ia berprinsip bahwa Malaysia lebih membela keselamatan umum dibandingkan dengan kebebasan publik (Kompas 11/12/07). Pernyataan tersebut seakan mengingatkan kembali pilihan yang telah kita pilih dalam perjalanan kita berbangsa, yaitu memilih kebebasan dengan segala konsekuensinya.

Ketika Rezim Soeharto berhasil digulingkan pada era reformasi tahun 1998 lalu terdapat semacam pertukaran antara stabilitas dan kebebasan. Era Soeharto yang identik dengan stabilitas politik, kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan berkelanjutan, keteraturan, dan nama harum Indonesia, dipertukarkan dengan kebebasan; yang pada awalnya malahan kebablasan. Sekarang ini, bangsa kita mendapatkan kebebasan berekspresi, kebebasan berpolitik, bahkan sampai kebebasan berkorupsi yang masih dinikmati sebagian koruptor. Di sisi lain, selama hampir satu dasawarsa ini kita kehilangan stabilitas politik, kesejahteraan ekonomi, pertumbuhan dan arah pembangunan, keteraturan, dan citra Indonesia.

Entah kebetulan atau tidak, peristiwa-peristiwa yang sudah lama tidak terjadi dan hampir dilupakan kembali menghampiri sekaligus mencoreng era kebebasan yang dibeli dengan sangat mahal oleh rakyat Indonesia. Peristiwa tersebut adalah terorisme, kerusuhan massa, konflik horizontal, mega korupsi, penjualan aset-aset negara, dan keterpurukan prestasi dan image bangsa di kancah internasional.

Reformasi dan penggulingan rezim Soeharto disambut dengan eforia dan harapan yang tinggi. Namun, setelah hampir satu dasawarsa ini kita tercenung. Alangkah jauhnya tujuan dan harapan reformasi dengan kenyataan yang sekarang kita hadapi. Jargon-jargon reformasi yang dulu dikumandangkan, hanya sebagai penyemangat orasi dan hiasan di media massa. Karena pada kenyataannya, kita belum beranjak dan mungkin jauh lebih buruk dibandingkan apabila dulu tidak melakukan reformasi; suatu hayalan belaka.

Keterpurukan ekonomi Indonesia karena krisis multi dimensi, baik setelah adanya krisis regional maupun setelah kejatuhan Soeharto, membuat sebagian rakyat Indonesia merasa getun (menyesal), kenapa harus ada huru-hara reformasi. Kenangan stabilitas dan kemakmuran di era rezim Soeharto begitu melekat, begitu indah untuk dikenang, kini hilang dan digantikan berbagai malapetaka seperti kenaikan harga-harga bahan pokok, kenaikan bahan bakar minyak, sulitnya lapangan kerja, sulitnya menjalankan perdagangan, maraknya kegiatan korupsi yang semakin berani, dan seringnya kerusuhan dan huru-hara terjadi. Mereka bahkan sambat (mengadu), lebih baik di pimpin Pak Harto, daripada reformasi yang malah bikin sengsara.

Amien Rais, sebagai salah satu tokoh lokomotif reformasi pernah mengatakan bahwa reformasi dan kebebasan yang ada adalah landasan kemakmuran hakiki untuk masa depan bangsa. Tidak lah akan terbentuk masyarakat adil dan makmur apabila tidak melakukan reformasi. Amien Rais dan sebagian besar tokoh reformasi berpandangan ke depan, namun rakyat menginginkan hasil nyata dalam waktu yang instan.

Abdullah Badawi dan pengambil keputusan di Malaysia belajar dari kasus Indonesia. Mereka wait and see ketika Indonesia melakukan reformasi. Dan setelah sepuluh tahun melihat dan mengamati, mereka semakin yakin, bahwa cara-cara seperti yang dilakukan bangsa serumpun ini adalah cara yang salah. Buktinya, tidak ada perkembangan kesejahteraan bangsa Indonesia, sebaliknya dengan pemerintahan status quo, Malaysia bisa jauh mengungguli Indonesia.
Ditambah lagi, Malaysia mempunyai pendirian dan kepercayaan diri yang tinggi. Hal tersebut dapat digambarkan ketika krisis ekonomi yang juga mendera Malaysia. Mereka menolak obat-obat IMF dan dengan teguh pendirian menerapkan resep-resep mereka sendiri. Selain itu, Malaysia mempunyai keberanian ekstra dalam berpendapat dan menentukan sikap dalam percaturan politik dunia. Amerika dan Australia sering kali menjadi sasaran kekerasan pendirian Malaysia.

People power seperti yang terjadi di Indonesia telah diuji coba beberapa kali di Malaysia, dan hasilnya tidak lah sama. Entah karena kurangnya dukungan masyarakat, kurang militannya orang Malaysia dalam menuntut, atau kurang bersatunya warga Malaysia dalam isu kebebasan, yang jelas, pemerintah Malaysia telah berkali-kali berhasil membungkam people power tersebut.

Pernyataan Abdullah Badawi yang disebutkan di atas mungkin menggambarkan kekerasan pendirian dan kepercayaan diri pemerintah, bahwa kebebasan bukanlah segalanya. Mungkin itu yang harus kita camkan. Sebagai bangsa yang sedang berubah dan selalu menjadikan kebebasan sebagai alasan, kita harus berani berpendirian dan tidak mudah terpengaruh. Kebebasan memang harus selalu dijunjung sebagai hak warga yang harus diberikan. Namun bukankah kita juga memiliki kewajiban?, yaitu kewajiban untuk menghormati hak orang lain dan menyelamatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Mana yang lebih dulu harus kita tunaikan, hak atau kewajiban?.

MALAYSIA JANDA BERHIAS (18SG)

http://gallery.photo.net/photo/5363477-lg.jpg

Malaysia tanah air ku. Hanya orang yang betul betul rakyat Malaysia, sayangkan negaranya. Kalau hendak bercakap, semua boleh bercakap. Perompak, perogol, cikgu sekolah dan murid murid pun kata yang serupa. Nyanyi lagu kebangsaan yang sama, lagu NEGARAKU. Tapi cuma cara kehidupannya yang berbeza. Apa nak buat, Qada dan Qadar di tangan tuhan. Kita hanya merancang, Tuhan yang menentukan.

Siapa yang mahu jadi perompak, siapa yang mahu jadi pencuri? Kalau boleh semua mahu menjadi Raja. Kalau boleh semua mahu jadi Menteri. Tapi bukan mudah kerana dari segi kebenarannya, tanggung jawabnya berat kecuali pada mereka yang tidak mahu bertanggung jawab. Tahunya berpoya poya, berpeleseran dan menghabiskan duit rakyat. Kerana sikap sebeginilah maka jawatan Menteri dikejar orang. Nasib baik Raja bertabal kerana salasilah, kalau tidak, jawatan Raja pun orang nak rampas.

Sejarah Tanah Melayu sukar di cari. Entah hilang atau disorok? Sejarah negara kita bertabur tabur. Ada di England, ada di sepanyol dan ada di Amerika. Negara tidak mempunyai sejarah. Sejarah kita ditangan orang. Yang kita tahu, sejarah negara sejak merdeka. Itu lah yang diceritakan. Kerana ada pihak yang mahu kita tahu setakat itu sahaja. Buktinya gambar 5 pemimpin ditampal merata tempat. Menunjukkan bahawa raja sebenar negara kita adalah selepas nama bertukar ke 'MALAYSIA'. 5 wajah itu adalah dari kumpulan yang sama. UMNO namanya. Melayu pula anaknya.

Aku malu nak bercerita tentang sejarah kerana negara kita asyik dijajah. Kalau Malaysia digambarkan sebagai wanita, negara kita umpama JANDA BERHIAS. Kawin cerai, kawin cerai. Entah berapa lelaki yang sudah menjamah tubuh tanah Melayu. Dari Sepanyol, Belanda, British, Siam, Jepun dan akhirnya Malaysia mempunyai suami Melayu bernama UMNO. Sikap UMNO serupa BRISTISH. Cuma wajahnya berbeza. Hidung kemek, bersembahyang dan berbahasa Kebangsaan. Tapi kerapnya, UMNO cuba menjadi BRITISH. Kononnya maju, kononnya moden.

UMNO dan MALAYSIA, kawin 50 tahun yang lalu. Kasihnya UMNO pada Malaysia kerana Malaysia umpama wanita yang masih bergetah. Kulitnya masih tegang, wajahnya masih putih licin dan berseri seri. Tentu JAMU baik digunakan. Kalau Malaysia berjalan, mata yang memandang terbutang mata, ke kiri dan kekanan mengikut alunan gendang. Semua orang cemburu dengan wanita sebegini. Kalau lihat Malaysia berjalan, mulut ternganga, air liur meleleh. "Bergetah janda itu" Kata mereka. Ramai jejaka yang ingin mencuba nasib menggoda Malaysia, janda pingitan. Suka berkebaya dan berhias dengan solekan.

Antara yang termimpin dan terigau di Malam hari adalah Jejaka kampung seberang, si PAS dan si KEADILAN. Mereka belas melihat hidup Malaysia. Janda yang mempunyai anak ramai, di hempas, dipulas oleh UMNO tanpa belas ehsan. anaknya pula di tekan dan ditekan tidak berperi kemanusiaan.

Malaysia sudah silap pilih pasangan. Suaminya seorang yang pemalas, kejam, memukul isteri dan sajak digelar sebagai pisau cukur. Madu belum habis, sepah tidak dibuang. Kalau madu habis, baru lah suaminya cari lain. Kerana itu UMNO masih berada di sini dan kerana itu suami Malaysia masih UMNO.

Malaysia mempunyai anak. Namanya Melayu. UMNO sering menyalahkan Melayu dan menyuruh Melayu bekerka kuat. Melayu terpaksa menabung wang kerana UMNO bilang, ianya untuk masa depan. Tapi UMNO menggunakan wang Melayu untuk berpeleseran.

Itu sebab orang kata kita anak Malaysia kerana Malaysia melahirkan anak yang bodoh bodoh, namanya Melayu. Di depan Melayu, UMNO tunjuk baik. dibelakang Melayu, UMNO pukul Malaysia, belasah Malaysia selagi mampu. Semua yang berlaku dipendam. Bila keluar bilik. UMNO kata sayang pada Malaysia. Melayu pun gembira kerana bapa masih sayang ibu.

Melayu asyik ditipu. UMNO asyik menipu. UMNO tidak mahu tinggalkan Malaysia kerana semuanya masih ada. Kalau Melayu tahu UMNO adalah seoarang bapa yang curang, sudah pasti melayu tolak UMNO lama dulu. UMNO sering berjumpa wanita lain bernama Australia. Dibelikan harta, dibelikan rumah dan dibelikan kapal layar. Ketika Malaysia menderita AIR PASANG (banjir), UMNO akan pergi bertemu Australia. Disana UMNO bersenang lenang kerana Australia masih muda. Tanahnya masih subur dan tidak banyak kehancuran. UMNO bertemu Australia untuk tidak diganggu oleh melayu dan anak angkatnya, HINDRAF.

Malaysia, semakin hari semakin tua. Hanya tunggu waktu untuk MONOPOUSE. Ketika itu Malayisa tidak bergetah lagi, tidak berminyak lagi, Banyak masalah mental dan kacau bilau. Ketika itu Malaysia akan ditinggalkan oleh UMNO untuk bersama Australia. Kalau Melayu tidak sedar dari sekarang, Malaysia akan hancur.

Malaysia sedih kerana anak anak melayunya tidak sedar. Masih beranggapan bahawa UMNO bapa mithali, sedangkan seburuk buruk bapa adalah UMNO. Malaysia tidak sanggup mengadu ke pejabat agama kerana Malaysia tahu pegawai disana adalah teman baik UMNO. Rashid adalah teman baik UMNO. Pernah dilihat bersama sama. Sebagai bukti, tempoh kerjanya disambung lagi.

Kini harapan hanya lah pada Melayu. Anak angkat Malaysia si HINDRAF sudah pun membantah dan akibatnya, UMNO halau HINDRAF dari rumah. Malaysia sedih kerana Melayu yang diharap masih tidak sedar. Untuk mengadu, HINDRAF sudah tiada. Malaysia termenung sendiri. Menanti hari tua dimana hari jodohnya akan berakhir. Ketika itu semua sudah hancur dan ketika itu Malaysia akan bersedih kerana Melayu yang sepatutnya sedar, masih tidak sedar dan membiarkan Malaysia diratah oleh suami DAYUS bernama UMNO.

Hindraf : Tuntutan Gantirugi RM 10 Juta terhadap Gani Patai dan Musa Hasan


dipetik: alhusseyn51

Pihak Hindraf telah memberi tempoh 7 hari kepada Peguam Negara dan Ketua Polis Negara supaya memberikan bukti kukuh keatas penglibatan Hindraf dengan keganasan yang mereka dakwa.

Hindraf menuntut supaya mereka menarik semula kenyataan dakwaan tersebut atau hadapi tindakan undang-undang.

Berikut adalah antara isi kandungan surat Hindraf yang ditandatangani peguam dan Pemimpinnya sendiri.

“Sukacita ambil perhatian bahawa anda perlu menyertakan kepada saya bukti dakwaan pembabitan Hindraf dengan keganasan dalam tempoh tujuh (7) hari dari tarikh ini , kegagalan berbuat begitu akan saya anggap bahawa anda tiada mempunyai sebarang bukti. Anda seterus memohon maaf sepenuhnya melalui hebahan dan bercetak sebagaimana cara yang sama dan menarik semula tuduhan keganasan yang didakwa dalam tempoh tujuh (7) hari) dari tarikh ini , kegagalan berbuat begitu , Hindraf dan saya tiada pilihan selain memulakan tindakan undang-undang bagi tuntutan RM10 Juta terhadap anda keatas tuntutan ganti rugi Umum, Khas dan Peringatan.” - Uthayakumar a/l Ponnusamy.

No to PGCC! Yes to Penang State Park!

penangturfclub.jpg

via: Aliran

Penang Turf Club land (240 acres)

Sold to Abad Naluri ("open recreational space"): RM43 per square foot

After re-zoning (to "mixed development"): value soars to RM250-300psf

Developer makes windfall profits before work can even begin!

Aliran puts the spotlight on an iconic monument to folly known as the Penang Global City Centre Project with an eye-popping development value estimated at RM25 billion. Critics have dubbed it the "Penang Graveyard and Crematorium Complex" because of its proximity to a crematorium and a cemetery. Already a civil society campaign against the PGCC is gaining momentum as more and more Penangites become aware of its horrendous environmental implications. Instead of creating a concrete monstrosity with 40 towers, the government must convert the Turf Club land into a State Park as a legacy for future generations

|more...|

BERITA MEMBAZIR

Rujukan:

Selangor waives schools' RM500K quit rent arrearsLatest News
Selangor has waived close to RM500,000 in quit rent arrears owed by vernacular schools.

Radenjowo - Apa manafaatnya pada rakyat. Kassim Padang jawa tak dapat apa, Mail Tanjung karang tak dapat apa, Esah Sungai Burung pun tak dapat apa. Berita macam ini jangan masuk suratkhabar, Tak mendatangkan faedah pada rakyat. Buang kertas, buang duit beli akhbar.

PERLANTIKAN HAIDAR BUKTI NEGARA KITA KARUT










Siasatan 3 bulan -- Haidar ketuai Suruhanjaya Diraja kes video lantik hakim
PUTRAJAYA 12 Dis. – Enam anggota Suruhanjaya Diraja yang diumumkan hari ini bagi menyiasat kes klip video memaparkan imej seorang dikatakan peguam sedang berbual menerusi telefon mengenai pelantikan hakim, diberi waktu tiga bulan untuk menyiapkan siasatan. |more...|

berita lain Royal commission 'a great letdown'

Radenjowo - Macam cerita kartun. Dah tak ada muka lain. Betul ke semua iniatau sengaja nak membuang masa. Siasatan yang lepas makan masa 3 bulan dan kali ini 3 bulan lagi. Akhirnya semua sengap. Kalau benar hendak bongkar, perlu ubah kerajaan dulu, kemudian baru ubah yang dibawahnya. Kalau pemimpin yang sama, semuanya bakal serupa la sampai MAMPUS !!!

POLIS TERUS TEKAN HINDRAF

Radenjowo - Kalau suruh tekan rakyat, beri pada polis. Kuasa yang ada ditangan, menaikkan tocang dikepala. Polis....suruh serbu dia pun serbu. Suruh Terjun longkang, dia pun terjun longkang. Jenayah tak di tangani, tapi musuh politik mereka, bukan main laju lagi.
KUALA LUMPUR: Polis menyerbu dua pejabat firma guaman milik Penasihat Perundangan Barisan Bertindak Hak Hak Hindu (Hindraf), P Uthayakumar, di Seremban, Negeri Sembilan dan Bangsar di sini, semalam.

Dalam serbuan di firma guaman Kumar Hashimah & Co itu, polis merampas beberapa dokumen dan set komputer serta membuat salinan semua maklumat dalam komputer peribadi Uthayakumar bagi membantu siasatan terhadapnya mengikut Akta Hasutan 1948.

Di SEREMBAN, sepasukan lapan anggota berpakaian preman dari Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Dang Wangi, Kuala Lumpur, menyerbu pejabat Uthayakumar di Kemayan Square, yang turut dijadikan pejabat Pengerusi Hindraf, P Waythamoorthy, kira-kira jam 2.30 petang.

Serbuan itu dilakukan selepas polis menerima waran yang dikeluarkan Mahkamah Majistret Seremban.

Pasukan itu dilihat meninggalkan premis berkenaan, kira-kira sejam setengah kemudian dengan membawa sebuah beg hitam dan satu komputer riba, unit pemprosesan berpusat (CPU), modem USB dan kad sim telefon bimbit Celcom, dipercayai milik Waythamoorthy dan isterinya, yang juga peguam di firma berkenaan.

Bagaimanapun, Waythamoorthy yang juga adik Uthayakumar, tidak ada di premis berkenaan, dipercayai ke luar negara.

Sementara itu, satu lagi pasukan yang diketuai Asisten Superintendan Redzaime Abdul Hamid dari IPD Dang Wangi, menyerbu firma guaman Uthayakumar di Aras 9, Menara Mutiara Bangsar pada jam 3 petang.

Khidmat Unit Forensik Siber dari Makmal Forensik Polis Diraja Malaysia (PDRM), Cheras turut membantu dalam usaha mendapatkan maklumat yang terkandung dalam komputer dan peralatan elektronik lain di premis berkenaan.

Ketua Jabatan Siasatan Jenayah Kuala Lumpur, Senior Asisten Komisioner II Ku Chin Wah, ketika dihubungi berkata prosedur itu memang biasa dilakukan bagi membantu siasatan terhadap peguam berkenaan.

"Kita melakukan serbuan ini untuk mencari sebarang dokumen atau maklumat berkaitan inti pati ucapannya dalam bahasa Tamil di sebuah restoran di Batang Berjuntai sebelum ini, yang didapati berbau hasutan dan boleh menimbulkan ketegangan.

"Ia bagi membantu siasatan yang dijalankan terhadapnya mengikut Akta Hasutan 1948 ketika ini," katanya.

Kelmarin, Uthayakumar, 46, ditahan sebelum didakwa di Mahkamah Sesyen di sini atas tuduhan menerbitkan surat berunsur hasutan yang dialamatkan kepada Perdana Menteri Britain, Gordon Brown, menerusi laman web http://policewatchmalaysia.com pada 15 November lalu.

Berita lain:

Uthayakumar boleh ditahan mengikut ISA
KUALA LUMPUR: Pemimpin Barisan Bertindak Hak-hak Hindu (Hindraf), termasuk Penasihat Perundangannya, P Utahayakumar, bakal berdepan tindakan mengikut Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) jika terus cuba mencetuskan ketegangan antara kaum di negara ini. [+]

Permohonan tiga peguam ditolak
SHAH ALAM: Mahkamah Tinggi di sini semalam menolak permohonan tiga peguam yang juga pemimpin Barisan Bertindak Hak-Hak Hindu (Hindraf) untuk menangguhkan pelaksanaan perintah mahkamah itu supaya mereka didakwa semula di Mahkamah Sesyen Klang. [+]

4 parti pembangkang, 17 NGO mahu jumpa Dollah Badawi

dipetik: detikdaily


KAMI memandang serius ketegangan kaum dan agama yang melanda masyarakat kita. Komitmen utama kami ialah perpaduan nasional, muafakat masyarkat majmuk dan juga keselamatan dan kebajikan semua rakyat Malaysia.

Kami percaya satu-satunya cara memelihara nilai-nilai tersebut ialah untuk menolak pendekatan yang memecahbelahkan masyarakat dan memelihara jaminan Perlembagaan.

Justeru kami sekali lagi ingin mengulangi komitmen kami untuk mengambil pendekatan yang benar-benar bersatu dan pelbagai kaum dan agama di dalam perjuangan kami memperjuangkan keadilan untuk semua.


Kami juga kesal dengan tindakan kasar pihak berkuasa di dalam siri penahanan yang berlangsung pada 9 hingga 11 Disember. Penangkapan pimpinan badan bukan kerajaan dan parti-parti politik merupakan satu pelanggaran jelas hak asasi manusia yang dijamin oleh Perlembagaan Persekutuan.

MAK, AYAH DIMANA?

The image “http://buletinonline.net/images//ziarahkeluargasuwandi.gif” cannot be displayed, because it contains errors.

Hj Yahaya Ali bersama anak-anak Suwandi

Aturcara Penuh Program Ceramah dan Munajat

dipetik: buletinonline.net

Marang, 11 Dis
- Isu-isu perbicaraan kes Peristiwa Berdarah Batu Burok, penahanan jalanan polis ke atas Hj Mohammad Sabu serta penahanan pimpinan BERSIH termasuk penahanan secara kasar keatas Dato' Mustaffa Ali dijangka adalah dijangka isu-isu yang akan diperjelaskan oleh kepimpinan didalam program ceramah pada 13 Disember 2007, jam 9.00 malam di perkarangan masjid Rhusila.

Posting terkini

Blog Archive